Kisah Cinta RasuluLlah dan Siti Khadijah

Assalamu'alaykum all...
Duh blog ini terbengkalai banged yach...almost a year gada posting, gada kisah mama Echa. Kemana aja Mam? ^_^ nyengir kuda, iya yah setahun belakangan ini masa transisi dan pindahan, ya pindah status...pindah rumah...hijrah gitulah, semoga kepindahan dan perubahan menjadi yang lebih baik,, amiin. Memulai aktif posting ini mama Echa ingin ngomongin cinta aja deh, karena bicara cinta selalu menyenangkan...mencerahkan. Apalagi kami sedang dapet anugrah Cinta yang mungil, imut, ganteng dan punya titit hehehe apaan sih maksudnya? iya bulan Desember kemarin mama Echa melahirkan (lagi) bayi mungil dan alhamdulillah sesuatu banget karena akhirnya dipercaya dengan amanah membesarkan calon mujahid yang gagah perkasa, smart dan tentu saja guanteng kayak papanya (cieee seneng tuh Papa Rudi dibilang ganteng)...a baby boy, finally. 
Cukup dulu bahas cinta yg itu...sekarang mari disimak kisah cinta sejati berikut: (maaf yah mama lupa copas kisah ini darimana yg jelas ini hasil copas yah, kalo penulis asli mampir sini silahkan dicantumkan langsung deeeh)

Cinta sejati dan kesetiaan mencintai diukur setelah perkawinan, bahkan lebih terbukti setelah kepergian yang dicintai. Kendati Nabi Muhammad saw. sangat mencintai Aisyah ra., namun cinta beliau kepada Siti Khadijah ra. pada hakekatnya melebihi cintanya beliau kepada Aisyah ra., bahkan cinta itu melebihi semua cinta yang dikenal umat manusia terhadap lawan jenisnya. Sementara hikayat tentang cinta, seperti Romeo dan Juliet, Lailah dan Majnun, tidak teruji melalui kehidupan bersama mereka sebagai suami istri. Karena itu, sekali lagi dikatakan bahwa cinta Rasulullah saw. Kepada Khadijah ra. Adalah puncak cinta yang diperankan oleh seorang laki-laki kepada perempuan dan sebaliknya.
Sangat besar rasa cinta Rasulullah kepada Khadijah, sampai-sampai Aisyah mengatakan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, “Tidak pernah aku merasa cemburu kepada seorang pun dari istri-istri Rasulullah seperti kecemburuanku terhadap Khadijah. Padahal aku tidak pernah melihatnya. Tetapi Rasulullah seringkali menyebut-nyebutnya. Jika ia memotong seekor kambing, ia potong-potong dagingnya, dan mengirimkannya kepada sahabat-sahabat Khadijah.
Maka aku pun berkata kepadanya, “Sepertinya tidak ada wanita lain di dunia ini selain Khadijah…!”
Maka berkatalah Rasulullah, “Ya, begitulah ia, dan darinyalah aku mendapatkan anak.”
Dalam suatu riwayat dikisahkan, suatu saat Aisyah merasa cemburu, lalu berkata, “Bukankah ia (Khadijah) hanya seorang wanita tua dan Allah telah memberi gantinya untukmu yang lebih baik darinya? (maksud Aisyah yang menggatikan Khadijah adalah dirinya). Maka Belaiu pun marah sampai berguncang rambut depannya. Lalu Beliau bersabda, “Demi Allah! Ia tidak memberikan ganti untukku yang lebih baik darinya. Khadijah telah beriman kepadaku ketika orang-orang masih kufur, ia membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku, ia memberikan hartanya kepadaku ketika manusia lain tidak mau memberiku, dan Allah memberikan kepadu anak darinya dan tidak memberiku anak dari yang lain.”
Maka aku berkata dalam hati,” Demi Allah, aku tidak akan lagi menyebut Khadijah dengan sesuatu yang buruk selama-lamanya.”
Ketika Aisyah ingin menampakkan kelebihannya atas Khadijah, ia berkata kepada Fatimah ra., putri Nabi dari Khadijah ra.: “Aku gadis ketika dinikahi ayahmu sedang ibumu adalah janda ketika dinikahi ayahmu.” Rasul saw. Yang mendengar ucapan ini dari putrinya yang mengeluh bersabda: “Sampaikanlah kepadanya ‘Ibuku (maksudnya Khadijah ra) lebih hebat dari engkau, beliau menikahi ayahku yang jejaka, sedang engkau menikahinya saat beliau duda.”
Disamping itu Rasulullah tidak memadu Khadijah dengan wanita lain, sedang semua istri selainnya dimadu.
Teman-teman Khadiijah pun masih diingat oleh Rasul dan berpesan kepada putri-putri beliau agar terus menjalin hubungan kasih dengan mengirimkan hadiah-walau sederhana- kepada mereka.
Ketika Fath Makkah, yakni hari keberhasilan rasul saw memasuki kota Mekkah bersama kaum Muslim, beliau berkunjung ke lokasi rumah Khadijah ra., karena rumah itu sendiri telah tiada. Beliau juga-pada hari itu- menyendiri, di tengah kesibukan bersama pasukan kaum Muslim, dengan seorang wanita tua sambil bercakap-cakap dengan wajah berseri-seri. Aisyah ra yang melihat hal tersebut bertanya:”Siapa orang itu dan apa yang dibicarakannya?” Ternyata wanita tua itu sobat karib Khadijah ra dan pembicaraan Nabi saw dengannya berkisar pada kenangan manis masa lalu.
Gerak langkah suara dan ketukan pintu yang biasa dilakukan Khadijah ra pun terus segar dalam benak dan pikiran beliau. Suatu ketika beliau mendengar ketukan dan suara serupa. Beliau berkomentar:”Ini cara ketukan Khadijah. Saya duga yang dating adalah Hala (saudara perempuan Khadijah ra.) dan ternyata dugaan beliau benar.
Demikianlah keagungan cinta Rasulullah swa. kepada Khadijah ra. Yang akan tetap terukir indah sepajang zaman.

Please Deh, Jangan Ada Dusta Diantara Kita

Menyimak isi media di negeri kita beberapa pekan belakangan ini yang melulu soal pembohongan publik oleh pemerintah, saya jadi gatal ingin ikutan berpendapat (curhat, tepatnya). Pernyataan tentang kebohongan pemerintah tersebut dikeluarkan oleh para pemuka agama yang merasa gerah oleh pemberitaan selama ini tentang dinamika ekonomi, politik, hukum dan sosial di negeri ini. Tentang pencapaian target ekonomi yang digembar-gemborkan pemerintah meski kenyataannya bagi orang yang melek ekonomi pencapaian tersebut tidak dapat dijadikan simpulan. Salah satu contohnya, menggunakan angka pendapatan per kapita yang tidak menggambarkan kesejahteraan negara yang sesungguhnya. Mungkin teman-teman yang kuliah ekonomi masih ingat mata kuliah statistik, atau tentang prinsip Pareto, kemudian coba deh dipakai untuk mendeskripsikan distribusi pendapatan (khususnya di negara kita ini aja). Lalu coba jelaskan alasan mengapa angka pendapatan per kapita yang dinyatakan sebesar 2,700 dollar tahun ini jadi semacam data statistik yang mengelabui.

Tapi tunggu dulu (jangan asal nuduh pemerintah berdusta lah), ada indikator ekonomi lain yang disuguhkan yaitu tingkat kemiskinan menurun menjadi 13.5% dari 16,6% (menurut data BPS). Masih menurut data BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga Triwulan III 2010 telah mencapai 5,8% dari prediksi pertumbuhan tahun 2010 yang mencapai 6%. Meskipun demikian, hal ini tidak lantas berbanding lurus dengan kesejahteraan rakyat karena kenyataannya rakyat merasa saat ini pekerjaan justru semakin sulit didapat, sehingga angka pengangguran makin tinggi dan orang miskin makin banyak. Artinya, jika pertumbuhan ekonomi tidak menyerap angkatan kerja atau dengan kata lain pertumbuhan ekonomi tidak dibarengi dengan pemerataan ekonomi maka yang muncul kemudian adalah semakin dalamnya jurang perbedaan pendapatan (kesenjangan sosial). Apakah pemerintah sekedar ingin menghibur rakyat dengan ‘rapor’ indikator ekonomi yang bagus meski kenyataan berkata sebaliknya? Rakyat tidak butuh ‘nyanyian’, rakyat butuh perhatian. Ditambah lagi kasus Gayus yang ‘jayus’ banged dan menghebohkan dengan sepak terjangnya yang mencoreng wajah hukum dan perpajakan kita yang asalnya sudah cukup ‘butek’. Kasus yang kental aroma politik (politisasi) ini sedikit demi sedikit menguak ketidakjujuran pemerintah dan (oknum) aparatur pemerintahan. Apalagi sebelumnya ada kasus century, Antasari, dan sederet kasus lain yang penyelesaiannya (sudah selesai belum sih, atau ‘diselesaikan’?) belum jelas.

Entah siapa yang suka berdusta dan mengorbankan kebenaran demi kepentingannya sendiri. Hal-hal diatas bisa jadi hanyalah puncak yang terlihat, dari gunung es masalah-masalah yang sebenarnya ada. Dan pemerintah yang dinilai tahu atau seharusnya tahu mengenai permasalahan yang ada malah bermain drama dengan kebohongan demi pencitraan. Padahal perilaku bohong adalah fenomena terburuk menurut pandangan agama mana pun. Oleh karena itu, para pemuka agama memandang perlu turun gunung dan menegur pemerintah agar jujur dan terus terang terhadap rakyat dan memperhatikan permasalahan yang ada. Jangan sampai rakyat yang terbohongi marah atau yang justru paling membahayakan adalah rakyat menjadi apatis, tidak percaya pada pemerintah (pemimpin) apalagi jika pembohongan itu sudah sistemik maka bukan tidak mungkin rakyat menganggap perilaku bohong merupakan hal biasa. Bukhari Muslim meriwayatkan dari Abdullah bin Amr Al-Ash r.a. bahwa Nabi Saw. bersabda: “Ada empat sifat yang bila dimiliki maka pemiliknya adalah munafik. Dan barang siapa yang memiliki salah satu di antara empat sifat tersebut, itu berarti ia telah menyimpan satu tabiat munafik sampai ia tinggalkan. Yaitu apabila berbicara ia berbohong, apabila bersepakat ia berkhianat, apabila berjanji ia mengingkari dan apabila bertikai ia berbuat curang.” (HR. Muslim).

Jika pemerintah sudah dianggap kerap berdusta, maka kepada siapa rakyat bisa menaruh kepercayaan? Kebohongan itu ibarat jamur di musim hujan. Cepat bertumbuh, karena satu kebohongan terpaksa harus ditutupi dengan bohong yang lain, terus begitu tak berkesudahan hingga kebenaran muncul. Tentu rakyat tidak ingin dipimpin oleh pemerintahan yang munafik. Untuk itu, maka sudahilah kebohongan yang ada. Evaluasi diri dan fokus saja mengurus rakyat dengan baik, memimpin rakyat dengan teladan yang baik, edukasi rakyat dengan jujur, jangan rakyat yang hidupnya sudah susah masih dibohongi juga. Setelah itu, boleh juga lah sekali-kali bernyanyi lagunya om Broeri-tante Dewi Yull…..jangan ada dusta diantara kita.

PNS : Sebuah Status Seribu Kisah

Entah harus mulai dari mana kisah ini, sepertinya kami sedang membaca buku kehidupan kami pada bab sekian halaman sekian dan tiba-tiba disinilah kami, di awal bab baru kehidupan yang beberapa bulan ke depan akan kami jalani. Berawal dari sini dan keinginan suami sejak tahun 2008 untuk memboyong kami kembali ke daerah asalnya dan berkiprah di sana atau disana lalu beliau dengan antusias menyiapkan dan mensubmit dokumen yang dipersyaratkan setelah sebelumnya aku diminta untuk registrasi online agar dapat kartu verifikasi dan terdaftar sebagai peserta tes CPNS. Lalu aku dipanggil tes tertulis (tes I / Tes Kemampuan Dasar dan Psikotes Tertulis), lalu lulus tahap I ikut lagi tes wawancara (tes II / wawancara bidang keilmuan masing-masing dan psikotes lisan) dan lulus lagi barulah ikut tes kesehatan dan sehat jasmani rohani.

Loh, mau jadi PNS ya? Eng...engga sih, dari dulu tak berminat. Apalagi sekarang karena dari segi waktu (umur) aku yo wis rugi. Sudah terpakai 12 tahun untuk berkiprah di swasta dan kalo mulainya sejak lulus mungkin sudah di golongan IIId ya sekarang (piye ngitunge aku nebak-nebak wae). Nah ini wis kadung lewat umur kudu masuk dengan ijazah S1 ya mau tak maulah mulai dari awal, golongan IIIa, setap baruuu. Makanya kalo saat ngelamar itu ditanya niat ya niate cuma setengah hati, setengahnya lagi untuk menyenangkan hati suami. Kalo ditanya kenapa ga niat jadi PNS ya embuh...emang belum niat dan belum tahu seluk beluknya dan ga pengen tahu. Tapi aku ga sampai termasuk orang atau golongan yang menganggap pekerjaan sebagai PNS adalah pekerjaan syubhat apalagi haram karena IMHO segala muamalat asalnya adalah boleh dan halal. Dan memang kebetulan saja dari keluargaku jarang yang jadi PNS sehingga bapak dan mamaku tidak memusingkan status pekerjaan kami, mo jadi pegawai swasta kek, negeri kek, tidak masalah asal jangan jadi garong (husy...na'udzubillah min dzalik). Asal anak-anaknya mendapat pekerjaan dengan mudah dan dapat gaji yang (lebih dari) cukup saja sudah alhamdulillah bagi mereka. Tambahan lagi nih, kalo dari aku sendiri jadi PNS ya ga kepikiran sejak dulu karena pas baru lulus kuliah dulu orientasinya masih besaran gaji. Kemudian setelah punya anak ada orientasi lain yaitu loading pekerjaan tidak terlalu berat dan waktu bekerja yang fleksibel (hehe emang kalo jadi manager loading kerja ga berat yah?). Sehingga mungkin saat-saat itu bagi aku menjadi PNS bukan pilihan yang tepat. Lagipula emang IPK aku kurang memenuhi syarat buat ngelamar jadi PNS di departemen/kementerian yang keren (dengan kata lain, tempat dinas yang sekarang dapat renumerasi), yah maklum rada2 oon gitu lah hehe engga lah ga bodo2 amat cuma kurang rajin belajar. Dan kalo pun ada yang lolos di IPK eh ga lolos di umur. Bingung juga ya apa aku dah segitu uzurnya kah? padahal baru 24 years old loh (ngapusi). 

Lain halnya dengan papa dan mama (mertua) yang statusnya PNS sejak dulu. Dengan bekerja sebagai abdi negara yang kata orang gajinya kecil toh mereka sanggup membiayai kehidupan mereka dan membiayai pendidikan semua anak mereka hingga perguruan tinggi dan (ini alasan penting) dengan status tsb mereka ga kekurangan. Mungkin itulah mengapa bagi mereka ada kebanggaan tersendiri ketika anak-anak atau menantunya menjadi civil servant atau government employee atau aparatur negara alias PNS (hiyah koq yo dadi akeh aliase tho?). 

Memang sih ini bukan kali pertama aku ikut tes CPNS. Pernah dua-tiga kali di Pemda suatu kota/kabupaten, tapi belum berhasil lulus. Mungkin saat itu emang niatnya belum kuat, sehingga belum masuk kriteria "faidza azzamtu fa tawakal 'alallah" jadinya gada keikhlasan dan yasutralah belum saatnya. Nah, kali ini berbekal kepasrahan dan mencoba mengikhlaskan keputusan ikut suami untuk boyongan ke kampungnya, maka do'aku kemudian...."Ya Allah, pilihkanlah yang terbaik bagi dunia dan akhirat kami serta keluarga kami dan jika memang menjadi PNS ini jalanku/rezekiku maka ikhlaskan dan mudahkanlah segala urusanku". Kedengarannya sudah lumayan pasrah ya padahal sempat juga sih ketika bingung dan sedikit perasaan 'sok pinter' plus juga keinginan membahagiakan ortu dan suami, maka sempat do'aku seperti ini...."Ya Allah, luluskanlah aku dalam tes CPNS ini" (malu lah kalo ga lulus, katanya alumni center of excellence dan PSIMnya) hehe begitulah sejujurnya. 

Dan ketika pada akhirnya (halah bahasanya cha) diriku mencoba ikhlas menyerahkan semua urusan dan pilihan kepada Allah eh ndilalah koq ya keputusannya seperti ini dan namaku yang bagus tertera disitu nomer urut 203 (please jangan dipasang buat togel). Suami dan keluarga besar kami hepi (itu yang terpenting)...berbahagialah diriku bisa membuat orang2 yang kukasihi bahagia ^_^. Nah, alhamdulillah kan aku tuh ga bodo2 banget lha wong terpampang di pengumuman kelulusan di BKPP (dahulu BKD) yang lengkap dengan nilainya aku ranking 1 di daftar kelulusan hehe koq iso ya. Akhirnya dengan didampingi Manajer & Humasku (masku tercintah), aku ngurus surat-surat (SKCK, Surat Keterangan Kesehatan Jasmani dan Rohani, Surat Keterangan tidak mengkonsumsi/menggunakan narkotika, psikotropika, prekursor, dan zat adiktif lainnya, Surat2 Pernyataan cem macem plus legalisir Ijazah SD, SMP, SMA dan Ijazah S1). Nah saat legalisir ijazah S1 ini juga sempat muncul lagi perasaan 'rendah diri' ah koq ya mau2nya aku sekarang jadi PNS entry level padahal teman se-angkatan kuliahku dulu dah jadi Dekan di kampusku, jadi yang neken/tandatangan pengesahan ijazahku nanti beliau, ahai malunya dirikuh. Yah, sudahlah...harus banyak2 istighfar dan kembali bersyukur, kan sejak awal niatnya demi menjadi istri sholeha aku nunut (ikut) suami  dan biar aku ada status/kerjaan disana...jadi, alhamdulillah 3x meski sempat hectic tapi akhirnya semua berjalan lancar dan urusan rerepot pemberkasan dah selesai. So, jangan tanyakan lagi mengapa aku kini menyandang status ituh ya. Cukuplah kisah dalam bab ini, lanjutkan bab lainnya yang insyaAllah mudah-mudahan berkah, hepi, sejahtera dan lancar jayaaa, amiin. “Wa maan yattaqillaaha yaj'al lahu mahroja wa yarzuqhu minhaitsu layahtasib…Wamaa yattawaqal 'alallaahi fahuwa hasbuhu innaallaha balighu amrihi  qad ja'alallaahu liqulli syai'in qodro”

Back to Blog

Senangnyaaa bisa posting di blog lagi. Hhh katanya mo jadi penulis tapi nulis disini aja bisa bolong berbulan-bulan, gimana nih. Ada sih alasannya, banyaaak...biasalah ibu2 suka BCA (banyak cari alesan). Tapi yg paling masuk akal sih, dan emang bener alias bukan alesan yg dibuat2, karena selama 7 bulan ini fokus di kehamilan dan melahirkan. Lha wong Tugas Negara dan Jihad seorang Mama ya super penting lah, top priority. Alhamdulillah bulan Agustus lalu sudah berhasil selamat lahir batin 'menampilkan' ke dunia ini seorang baby Almira Radhiah yang sehat cantik dan berkulit eksotik, imut dan lutuuu banget. Another baby girl...alhamduliLlah, tapi kapan baby boy-nya ya? Sedihnya, dede Almira belum sempat tampil nih di diary mama Echa. Tapi mama janji, postingan selanjutnya pasti deh baby Almira jadi cover dan kisah utama. 

Anyway, alhamduliLlah hari ini dapat tiket pulang ke Depok. Sekalian mau nyoba rute penerbangan (relatif) baru nih dari Bandara Silampari Lubuklinggau langsung ke Bandara Soetta Jakarta. Harga tiketnya normal 650rb rupiah. Iya nih, mama Echa sudah 3 hari ini terdampar di pulau Sumatera bagian Selatan di kota Lubuklinggau dalam rangka mengurus pindah kewarganegaraan kesana insyaAllah. Namanya juga istri sholeha (amiin3x insyaAllah) jadi ya mau engga mau ikut suami. Huhuhu padahal aq belum dapet onta merah Hummer, belum disediain rumah idaman...tapi mau gimana lagi, papa Rudi sudah terlanjur bilang..."pulang kampung nih (gaya Obama)" so, BismiLlaahi tawakkalna ala'Llah, siap2 go local. Mudah2an dari local dapet jalan tuk go international...kali2 aja ada yg mo sekolahin doktor di LN, amiin. Dah ah, siap2 pulang ke rumah Depok dulu yaaa...mama's coming home lovely girls and baby Almira...miss you honey ^_^

Gaza Tidak Membutuhkanmu

Di atas M/S Mavi Marmara, di Laut Tengah, 180 mil dari Pantai Gaza.

Sudah lebih dari 24 jam berlalu sejak kapal ini berhenti bergerak karena sejumlah alasan, terutama menanti datangnya sebuah lagi kapal dari Irlandia dan datangnya sejumlah anggota parlemen beberapa negara Eropa yang akan ikut dalam kafilah Freedom Flotilla menuju Gaza. Kami masih menanti, masih tidak pasti, sementara berita berbagai ancaman Israel berseliweran.

Ada banyak cara untuk melewatkan waktu – banyak di antara kami yang membaca Al-Quran, berzikir atau membaca. Ada yang sibuk mengadakan halaqah. Beyza Akturk dari Turki mengadakan kelas kursus bahasa Arab untuk peserta Muslimah Turki. Senan Mohammed dari Kuwait mengundang seorang ahli hadist, Dr Usama Al-Kandari, untuk memberikan kelas Hadits Arbain an-Nawawiyah secara singkat dan berjanji bahwa para peserta akan mendapat sertifikat.

Wartawan sibuk sendiri, para aktivis – terutama veteran perjalanan-perjalanan ke Gaza sebelumnya – mondar-mandir; ada yang petantang-petenteng memasuki ruang media sambil menyatakan bahwa dia "tangan kanan" seorang politisi Inggris yang pernah menjadi motor salah satu konvoi ke Gaza.

Activism

Ada begitu banyak activism, heroism. Bahkan ada seorang peserta kafilah yangmengenakan T-Shirt yang di bagian dadanya bertuliskan "Heroes of Islam" alias "Para Pahlawan Islam." Di sinilah terasa sungguh betapa pentingnya menjaga integritas niat agar selalu lurus karena Allah Ta'ala.

Yang wartawan sering merasa hebat dan powerful karena mendapat perlakuan khusus berupa akses komunikasi dengan dunia luar sementara para peserta lain tidak. Yang berposisi penting di negeri asal, misalnya anggota parlemen atau pengusaha, mungkin merasa diri penting karena sumbangan material yang besar terhadap Gaza.

Kalau dibiarkan riya akan menyelusup, na'udzubillahi min dzaalik, dan semua kerja keras ini bukan saja akan kehilangan makna bagaikan buih air laut yang terhempas ke pantai, tapi bahkan menjadi lebih hina karena menjadi sumber amarah Allah Ta'ala.

Mengerem

Dari waktu ke waktu, ketika kesibukan dan kegelisahan memikirkan pekejaan menyita kesempatan untuk duduk merenung dan tafakkur, sungguh perlu bagiku untuk mengerem dan mengingatkan diri sendiri. Apa yang kau lakukan Santi? Untuk apa kau lakukan ini Santi? Tidakkah seharusnya kau berlindung kepada Allah dari ketidakikhlasan dan riya? Kau pernah berada dalam situasi ketika orang menganggapmu berharga, ucapanmu patut didengar, hanya karena posisimu di sebuah penerbitan? And where did that lead you? Had that situation led you to Allah, to Allah's blessing and pleasure, or had all those times brought you Allah's anger and displeasure?

Kalau hanya sekedar penghargaan manusia yang kubutuhkan di sini, Subhanallah, sungguh banyak orang yang jauh lebih layak dihargai oleh seisi dunia di  sini. Mulai dari Presiden IHH Fahmi Bulent Yildirim sampai seorang Muslimah muda pendiam dan shalihah yang tidak banyak berbicara selain sibuk membantu agar kawan-kawannya mendapat sarapan, makan siang dan malam pada waktunya. Dari para ulama terkemuka di atas kapal ini, sampai beberapa pria ikhlas yang tanpa banyak bicara sibuk membersihkan bekas puntung rokok sejumlah perokok ndableg.

Kalau  hanya sekedar penghargaan manusia yang kubutuhkan di sini, Subhanallah, di tempat ini juga ada orang-orang terkenal yang petantang-petenteng karena ketenaran mereka.

Semua berteriak, "Untuk Gaza!" namun siapakah di antara mereka yang teriakannya memenangkan ridha Allah? Hanya Allah yang tahu.

Gaza Tak Butuh Aku

Dari waktu ke waktu, aku perlu memperingatkan diriku bahwa Al-Quds tidak membutuhkan aku. Gaza tidak membutuhkan aku. Palestina tidak membutuhkan aku.

Masjidil Aqsha milik Allah dan hanya membutuhkan pertolongan Allah. Gaza hanya butuh Allah. Palestina hanya membutuhkan Allah. Bila Allah mau, sungguh mudah bagiNya untuk saat ini juga, detik ini juga, membebaskan Masjidil Aqsha. Membebaskan Gaza dan seluruh Palestina.

Akulah yang butuh berada di sini, suamiku Dzikrullah-lah yang butuh berada di sini karena kami ingin Allah memasukkan nama kami ke dalam daftar hamba-hambaNya yang bergerak - betapa pun sedikitnya - menolong agamaNya. Menolong membebaskan Al-Quds.

Sungguh mudah menjeritkan slogan-slogan, Bir ruh, bid dam, nafdika ya Aqsha. Bir ruh bid dam, nafdika ya Gaza!

Namun sungguh sulit memelihara kesamaan antara seruan lisan dengan seruan hati.

Cara Allah Mengingatkan

Aku berusaha mengingatkan diriku selalu. Namun Allah selalu punya cara terbaik untuk mengingatkan aku.

Pagi ini aku ke kamar mandi untuk membersihkan diri sekedarnya - karena tak mungkin mandi di tempat dengan air terbatas seperti ini, betapa pun gerah dan bau asemnya tubuhku.

Begitu masuk ke salah satu bilik, ternyata toilet jongkok yang dioperasikan dengan sistem vacuum seperti di pesawat itu dalam keadaan mampheeeeet karena ada dua potongan kuning coklaaat menyumbat lubangnya! Apa yang harus kulakukan? Masih ada satu bilik dengan toilet yang berfungsi, namun kalau kulakukan itu, alangkah tak bertanggung-jawabnya aku rasanya? Kalau aku mengajarkan kepada anak-anak bahwa apa pun yang kita lakukan untuk membantu mereka yang fii sabilillah akan dihitung sebagai amal fii sabilillah, maka bukankah sekarang waktunya aku melaksanakan apa yang kuceramahkan?

Entah berapa kali kutekan tombol flush, tak berhasil. Kotoran itu ndableg bertahan di situ. Kukosongkan sebuah keranjang sampah dan kuisi dengan air sebanyak mungkin – sesuatu yang sebenarnya terlarang karena semua peserta kafilah sudah diperingatkan untuk menghemat air - lalu kusiramkan ke toilet.

Masih ndableg.
Kucoba lagi menyiram
Masih ndableg.
Tidak ada cara lain. Aku harus menggunakan tanganku sendiri

Kubungkus tanganku dengan tas plastik. Kupencet sekali lagi tombol flush. Sambil sedikit melengos dan menahan nafas, kudorong tangan kiriku ke lubang toilet.

Blus!
Si kotoran ndableg itu pun hilang disedot pipa entah kemana

Lebih dari 10 menit kemudian kupakai untuk membersihkan diriku sebaik mungkin sebelum kembali ke ruang perempuan, namun tetap saja aku merasa tak bersih. Bukan di badan, mungkin, tapi di pikiranku, di jiwaku.

Ada peringatan Allah di dalam kejadian tadi - agar aku berendah-hati, agar aku ingat bahwa sehebat dan sepenting apa pun tampaknya tugas dan pekerjaanku, bila kulakukan tanpa keikhlasan, maka tak ada artinya atau bahkan lebih hina daripada mendorong kotoran ndableg tadi.

Allahumaj'alni minat tawwabiin
Allahumaj'alni minal mutatahirin
Allahumaj'alni min ibadikassalihin

29 Mei 2010, 22:20

Santi Soekanto
Ibu rumah tangga dan wartawan yang ikut dalam kafilah Freedom Flotilla to Gaza Mei 2010.
 
http://www.detiknews.com/read/2010/05/31/152331/1366781/10/tulisan-terakhir-santi-sehari-sebelum-diserang-israel?991101605 (fay/nrl)

Sosok Ayah Bagi Putrinya


Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja....
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa :)
Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya....
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal.

sumber : anonim

Kami Cinta Padamu, Ibu...

Selamat Hari Ibu......buat semua Ibu dan calon Ibu di dunia. Kami sayang padamu. Semoga Allah mengasihimu melebihi cintakasihmu kepada anak-anak titipan-Nya...amiin ya Robbal Alamiin. 

Dan khusus buat Mamah kami, meski tak dapat setiap hari kami ungkapkan, kami sangat sayang kepada mamah. Dari engkaulah kami belajar arti sabar dan syukur...semoga Allah menyayangi dan meridhoimu sepanjang hidup, setelahnya dan saat engkau dibangkitkan kehadapan-Nya kelak, amiin.

AlhamduliLlah we are proud to be a mother. Karena Ibu adalah madrasah kehidupan dan penentu peradaban. 



Awal Desember Oriflame Kasih Hadiah!

Asyiik, awal Desember ini pas selesai pesan belanjaan toiletries rumah dan kosmetika harian, mama dapet Dompet Merah Retro yang Keren ga percaya kalo keren? klik aja dulu. Yawda nih, mama tampilkan juga...



Nah, Desember ini biarpun hujan terus tapi keknya hujannya rahmat banget...apalagi bulan Desember jadi momentum Oriflame buat manjain konsultan cantiknya. Teman-teman silahkan update berita hebohnya diSINI yuuuk, maksih yaaa ^_^

About Inspiration




...do you have the courage to? yes, I ask you whether you have the courage to stop thinking so much and go where your heart takes you...because we try to do that. And we find it sometimes a bit difficult...but we struggle to run after...our truly dreams and hopes. Will you do the same? May Allah bless and guide us always... ^_^

Taman Kehidupan


.........have we try really hard to prepare ourselves in this life, for this life and the hereafter? how would we look when we return to Allah SWT, or could we even meet His face, the everlasting Light?.....may Allah guide us to the light/truth and keep us on the straight path, amiin.

picture taken from here  

It's Temporary Report Season....!


Tanggal 31 Oktober lalu angels-nya mama dibagikan rapor bayangannya. Kaka Alifya as always...she is the best in class. Kata papa yg jd pengganti peran mama sbg pengambil rapor...ga sangka yah, ibu/bapak gurunya kaka selalu deh kebagian bagusnya kelakuan kaka....yg sabar, mandiri, pinter,....itu kalo di sekolah bu, pak, kalo di rumah mah suka kumat cengengnya atau isengnya apalagi ma adek2. Tapi ga pa pa namanya juga masih anak2, lagian mama papa ga boleh protes...toh selama ini ga banyak keluarin tenaga ngajarin kaka macem2 tinggal terima pinternya dari sekolah hasil didikan guru-guru, urusan akhlak mah justru tanggungjawab ortu kudu ambil porsi terbesar dong ^_^ 

Now, lets see Aqeela's report : hehe yang ini lain lagi, kata bu guru April...Aqeela hebat di diskusi dan tanya jawab, tapi urusan baca tulis huruf alfabet dan hijaiyah waduuuh males banget angel yg satu ini. Alhasil, dia kudu ikut les baca tulis sepekan dua kali after class. Mungkin karena udah TK B ya, persiapan masuk SD. Hih kasian deh ya anak2 sekarang. Keep up the spirit yah sayang ^_^

How about Ayesha? O-oh angel yg suka protes dipanggil adek ini (tenang aja dek, bentar lagi qta program dede bayi cowok buat kamu yah) trnyata pendiam di kelas sodara-sodara. Aih masa sih....dia yg paling cerewet dan nyaring di rumah bu guru Muti, coba aja suruh ngarang cerita, she is unstopable (bener gak ya istilahnya) dan liatlah gayanya ketika bertuturcerita...so expressive. Wah, mama akan konsultasi dgn bu guru segera nih...to find out what's the missing link ^_^

Nah, begitulah sekilas laporan acara bagi rapor bayangan bidadari2 rumah kami ^_^ let's continue our life journey angels and be mom's sweet gilrs always.....amiin.

pic. taken from private collection of Inne Hardjanto

Dreaming for Loving Mother


When I am happy, I look for my couple
When I am sad, I look for my mother
When I get success, I will talk to my couple
When I get failure, I will talk to my mother
When I get happiness, I will hug my couple closely
When I am broken, I will hug my mother closely
When I will go weekend, I go with my couple
When I am busy, I hope my mother to take care of my children

When the valentine is coming, I give my couple some gift
When Mother’s Day is coming, I just can say “Happy Mother’s Day”
I always remember my couple
My mother always remember me
I always have called my girl in every time
I don’t know when I want to call my mother
I always buy a gift for my couple
I don’t know when I want to buy a gift for my mother


REMEMBER :


When you’ve done read and learn from it, did you still remember your mother?
There is not much hope of a mother from you…just say hello to her, it’s enough
But if your mother has died
You will call her, MOTHER… I MISS U…I LOVE YOU
How many man & woman who can give a head by their hands to their mother
How many man & woman who want to changes their mother bed
How many man & woman want to clean their mother faces
How many man & woman want to take care of their mother?


sumber: anonim (from site:www.sebalai.blogspot.com)


Angels on Earth

Dapat situs edit foto gratisan dan gampang, kemarin mama nge-test yang di picnik.com dan hasilnya...biasa aja karena cuma nyari bingkai dan upload foto, ga diedit2. Yang bikin luarrrbiasa karena wajah2 cantik di foto itu....they are our angels on earth ^_^



Sayang ya mama belum bisa photoshop...tuh mata Ayesha aja masih ketutup bayangan topi jilbabnya.

Biarlah Yang Miskin Berkata, "Aku Kaya!"

Suatu hari, ayah dari suatu keluarga yang sangat sejahtera membawa anaknya bepergian ke suatu negara yang sebagian besar penduduknya hidup dari hasil pertanian, dengan maksud untuk menunjukkan bagaimana kehidupan orang-orang yang miskin.

Mereka menghabiskan waktu berhari-hari di sebuah tanah pertanian milik keluarga yang terlihat sangat miskin.

Sepulang dari perjalanan tersebut, sang ayah bertanya kepada anaknya,”Bagaimana perjalanan tadi?” “Sungguh luar biasa, Pa.” “Kamu lihat kan bagaimana kehidupan mereka yang miskin?” tanya sang ayah.

“Iya, Pa,” jawabnya. “Jadi, apa yang dapat kamu pelajari dari perjalanan ini?” tanya ayahnya lagi. Si anak menjawab, “Saya melihat kanyataan bahwa kita mempunyai seekor anjing sedangkan mereka memiliki empat ekor.

Kita punya sebuah kolam yang panjangnya hanya sampai ke tengah-tengah taman, sedangkan mereka memiliki sungai kecil yang tak terhingga panjangnya.

Kita memasang lampu taman yang dibeli dari luar negeri dan mereka memiliki bintang-bintang di langit untuk menerangi taman mereka.

Beranda rumah kita begitu lebar mencapai halaman depan dan milik mereka seluas horison.

Kita tinggal dan hidup di tanah yang sempit sedangkan mereka mempunyai tanah sejauh mata memandang. Kita memiliki pelayan yang melayani setiap kebutuhan kita tetapi mereka melayani diri mereka sendiri.

Kita membeli makanan yang akan kita makan, tetapi mereka menanam sendiri.

Kita mempunyai dinding indah yang melindungi diri kita dan mereka memiliki teman-teman untuk menjaga kehidupan mereka.

Dengan cerita tersebut, sang ayah tidak dapat berkata apa-apa. Kemudian si anak menambahkan, “Terima kasih, Pa, akhirnya aku tahu betapa miskinnya diri kita.”

Terlalu sering kita melupakan apa yang kita miliki dan hanya berkonsentrasi terhadap apa yang tidak kita miliki.

Kadang kekurangan yang dimiliki seseorang merupakan anugerah bagi orang lain.
Semua berdasar pada perspektif setiap pribadi. Pikirkanlah apa yang akan terjadi jika kita semua bersyukur kepada Allah atas anugerah yang telah disediakan oleh-Nya bagi kita daripada kuatir untuk meminta lebih lagi.

“Sungguh, jikalau engkau bersyukur, akan Aku tambahkan nikmatku, akan tetapi, jika kamu kufur, sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih…” (QS Ibrahim : 7)

sumber : blog Menyulam Cinta Sejati

Berpatokanlah pada Segitiga Kehidupan Saat Gempa - Mungkin Bisa Menyelamatkan Anda!!

Doug Copp, Kepala Penyelamat dan Manajer Bencana dari American Rescue Team International (ARTI) menuturkan pengalamannya :

Saya telah merangkak di bawah 875 reruntuhan bangunan, bekerja sama dengan tim penyelamat dari 60 negara, dan mendirikan tim penyelamat di beberapa negara serta salah satu dari ahli PBB untuk Mitigasi Bencana selama 2 tahun.
Saya telah bekerja di seluruh bencana besar di dunia sejak tahun 1985.
Pada tahun 1996 kami membuat film yang membuktikan keakuratan metode bertahan hidup yang saya buat.

Kami meruntuhkan sebuah sekolah dan rumah dengan 20 boneka di dalamnya. 10 boneka "menunduk dan berlindung" dan 10 lainnya menggunakan metode bertahan hidup "segitiga kehidupan".
Setelah simulasi gempa, kami merangkak ke dalam puing-puing dan masuk ke dalam bangunan untuk membuat dukumentasi film mengenai hasilnya. Film itu menunjukkan bahwa mereka yang* menunduk dan berlindung tidak dapat bertahan hidup dan mereka yang menggunakan metode saya "segitiga kehidupan" bertahan hidup 100%.
Film ini telah dilihat oleh jutaan orang melalui televisi di Turki dan sebagian Eropa, dan disaksikan pada program televisi di USA, Canada dan Amerika Latin.

Bangunan pertama yang saya masuki adalah sebuah sekolah di Mexico City pada gempa bumi tahun 1985.
Semua anak berlindung di bawah meja masing-masing.
Semua anak remuk sampai ke tulang mereka. Mereka mungkin dapat selamat jika berbaring di samping meja masing-masing di lorong.
Pada saat itu, murid-murid diajarkan untuk berlindung di bawah sesuatu.

Teori segitiga kehidupan:
Secara sederhana, saat bangunan runtuh, langit-langit akan runtuh menimpa benda atau furniture sehingga menghancurkan benda-benda ini, menyisakan ruangan kosong di sebelahnya.
Ruangan kosong ini lah yang saya sebut "segitiga kehidupan".
Semakin besar bendanya, maka semakin kuat benda tersebut dan semakin kecil kemungkinannya untuk remuk.
Semakin sedikit remuk, semakin besar ruang kosongnya, semakin besar kemungkinan untuk orang yang menggunakannya untuk selamat dari luka-luka.

Suatu saat anda melihat bangunan runtuh di televisi, hitunglah "segitiga kehidupan" yang anda temui.
Segitiga ini ada di mana-mana dan merupakan bentuk yang umum.

Tip dalam Keselamatan Gempa Bumi :

Hampir semua orang yang hanya "menunduk dan berlindung" pada saat bangunan runtuh meninggal karena tertimpa runtuhan. Orang-orang yang berlindung di bawah suatu benda akan remuk badannya.

Kucing, anjing dan bayi biasanya mengambil posisi meringkuk secara alami. Itu juga yang harus anda lakukan pada saat gempa.
Ini adalah insting alami untuk menyelamatkan diri. Anda dapat bertahan hidup dalam ruangan yang sempit.
Ambil posisi di samping suatu benda, di samping sofa, di samping benda besar yang akan remuk sedikit tapi menyisakan ruangan kosong di sebelahnya

Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi yang paling aman selama gempa bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan gempa. Jika bangunan kayu ternyata tetap runtuh, banyak ruangan kosong yang aman akan terbentuk.
Disamping itu, bangunan kayu memiliki sedikit konsentrasi dari bagian yang berat. Bangunan* dari batu bata akan hancur berkeping-keping.
Kepingan batu bata akan mengakibatkan luka badan tapi hanya sedikit yang meremukkan badan dibandingkan beton bertulang.

Jika anda berada di tempat tidur pada saat gempa terjadi, bergulinglah ke samping tempat tidur.
Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur.
Hotel akan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dengan hanya menempelkan peringatan di belakang pintu agar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah tempat tidur jika terjadi gempa.

Jika terjadi gempa dan anda tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaring lah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar.

Hampir semua orang yang berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh akan meninggal.
Mengapa?
Jika anda berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut rubuh ke depan atau ke belakang anda akan tertimpa langit-langit di atasnya.
Jika pintu tersebut rubuh ke samping, anda akan tertimpa dan terbelah dua olehnya.
Dalam kedua kasus tersebut, anda
tidak akan selamat!

Jangan pernah lari melalui tangga.
Tangga memiliki "momen frekuensi" yang berbeda (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama).
Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut.
Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga itu* rubuh akan terpotong-potong olehnya.
Bahkan jika bangunan tidak runtuh, jauhilah tangga. Tangga akan menjadi bagian bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkan jika gempa tidak meruntuhkan tangga, tangga tersebut akan runtuh juga pada saat orang-orang berlarian menyelamatkan diri.Tangga tetap harus diperiksa walaupun bagian lain dari bangunan tidak rusak.

Berdirilah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau di sebelah luarnya jika memungkinkan.
Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya.
Semakin jauh anda dari bagian luar bangunan akan semakin besar kemungkinan jalur menyelamatkan diri anda tertutup.

Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jika jalanan di atasnya runtuh dan meremukkan kendaraan; ini yang ternyata terjadi pada lantai-lantai jalan tol Nimitz.
Korban dari gempa bumi San Fransisco semuanya bertahan di dalam kendaraan mereka & meninggal. Mereka mungkin dapat selamat dengan keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan mereka.
Semua kendaraan yang hancur memiliki ruangan kosong yang aman setinggi 1 meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol.

Saya menemukan, pada saat saya merangkak di bawah kantor perusahaan koran dan kantor lain yang menyimpan banyak kertas bahwa kertas tidak memadat.
Ruangan kosong yang besar ditemukan di sekitar tumpukan kertas-kertas.

Sebarkan informasi ini dan selamatkan nyawa orang yang anda cintai.
Terima kasih dan Semoga bermanfaat


Sumber :
http://www.bpaonline.org/Emergencyprep/arc-on-doug-copp.html
http://www.snopes.com/inboxer/household/triangle.asp
http://www.amerrescue.org/

Duka Indonesia




Tanggal 30 September 2009 jam 17.16 WIB Indonesia kembali berduka dengan terjadinya earthquake berkekuatan 7,6 SR yang mengguncang Padang dan sebagian Sumatera Barat. Keterangan yang diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa tersebut terjadi pada episentrum 0,84 lintang selatan (LS) dan 99,65 bujur timur (BT). Pusat gempa itu berada pada 57 km barat laut Pariaman pada kedalaman 71 kilometer.

Kerusakan yg diakibatkan gempa itu sungguh dahsyat. Mama melihat melalui layar televisi denyut aktivitas kota Padang seakan berhenti. Puluhan orang diketahui meninggal dan ratusan belum diketemukan jasadnya atau diketahui nasibnya. Bahkan ada sebuah kampung yang didiami oleh ratusan keluarga seperti lenyap ditelan bumi, tertimbun longsoran bukit-bukit elok yang dahulu mengelilinginya. Saudara2 qta yg menjadi korban bencana, yg kehilangan orang2 yg dikasihinya, rumah dan harta bendanya, mereka yg terluka secara fisik atau psikis akibat bencana tentu amat membutuhkan bantuan makanan/minuman, air bersih, obat-obatan, pakaian, selimut dan tempat berteduh. Apalagi korban banyak diantaranya adalah wanita dan anak-anak yang membutuhkan hal-hal khusus misal susu, popok untuk batita, pembalut, dan sebagainya termasuk dukungan moril karena mungkin trauma/kengerian akibat efek musibah gempa tersebut tak mudah ditanggung sendirian. 



Allah dear Allah please have mercy on us. Yesterday 7,6 SR earthquake in Western Sumatra, today-with 7 magnitude, it rocks Jambi and Bengkulu (Southern Sumatra). Mari istighfar billisan biqolbu...semoga qta diberi kelapangan hati, dana, tenaga untuk ...membantu saudara2 qta yg trkena musibah/ujian dan dilembutkan hati2 qta agar trgetar dgn pertanda-Nya.

Belum lagi qta terkejut oleh berita gempa di Padang tanggal 30 September, keesokan harinya pagi hari tanggal 1 Oktober, gempa terjadi di Jambi dan Bengkulu. Kemudian di Mentawai. Dan kabarnya, ketiga gempa itu terjadi pada titik pusat yang berbeda, bukan gempa susulan. 

Nah, sudahkah qta tergetar dengan pertanda-Nya dan tergerak hati serta tangan qta untuk mengulurkan doa dan bantuan dana/tenaga bagi saudara2 qta? Silahkan salurkan melalui : 

 

Bank BUKOPIN SYARIAH - Cabang Melawai a.n. Dana ZIS BSMI Depok Swift Code : BBUKIDJA Kalau dari jaringan ATM bersama bisa langsung transfer ke Bukopin Syariah dengan nomor kode bank 441. 

Bank Syariah Mandiri nmr rek. 003.006.2681 a.n. Yayasan Pendidikan Nurul Fikri qq. Nurul Fikri Peduli.

BCA, 6760303133 a.n Yayasan Aksi Cepat Tanggap

Mandiri, 1280004555808 a.n Yayasan Aksi Cepat Tanggap

Semoga sumbangan doa dan dana serta tenaga qta dapat meringankan beban mereka dan Allah segera mengijabah segala do'a, memberikan pahala kesabaran dan keikhlasan serta melapangkan dan memudahkan segala urusan kita semua, amiin. 

-Sumber Gambar diambil dari web Riau Pos dan PMI-

Happy Eid Mubarrok

Mama Echa dan Keluarga mengucapkan :
Taqobballohu Minna wa Minkum, Kullu Amin wa Antum bi Khoyr. Minal Aidin wal Faizin. 
Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1430 Hijriah. Mohon Maaf Lahir dan Batin.


Idul Fitri tahun ini bertepatan dengan ultah papa Rudi. Barokallohu yah Papa darling. Oke deh, ni do'a buat Papa yah :-)

Hepi birthday my dear hubby...semoga Allah memanjangkan usiamu dalam kebaikan, melimpahkanmu dgn rezeki yg halal dan berkah, memberikan keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat, amiin.

Hadiahnya dibawah ini, doakan aja yah Pa...Ma mupeng bgt liat hadiahnya niy. Baru nyomot dari showroom supercars loh heheh. 


nanti kalo Mama ultah lagi (insyaAllah msh diberi umur, amiin) beliin yg ini yah....


kalo yg ini ambil dari supercars juga lah